Asyiq Aqiqah I

Apakah Aqiqah Itu Wajib Atau Sunnah?

Apakah Aqiqah Itu Wajib Atau Sunnah?

Kehadiran bayi telah semestinya disambut dengan senang cita oleh seluruh keluarga. Maka tidak heran bila kelahiran bayi banyak disyukuri dengan berbagai acara. Salah satu yg generik digelar famili muslim adalah menggunakan mengadakan aqiqah. Sebenarnya bagaimana aturan aqiqah?

MenurutMohammad Irsyad, M.Pd.I., ahli parenting Islami, pada buku 105 Inspirasi Nabi pada Mendidik Anak menjelaskan bahwa aqiqah sebenarnya sebagai keliru satu bentuk penghormatan atas kelahiran bayi pada global. Atau, menjadi wujud rasa syukur kepada Allah Ta’ala, atas segala karunia & rezeki yg telah diberikan. Kemudian dilakukan bisnis buat mendekatkan diri denganmembahagiakan dan memberi makan pada fakir miskin serta menyenangkanhati semua sahabat dan teman.

Selain itu, kata Irsyad, aqiqah adalah bentukperubahan pesta (walimah) yang dulu biasa dilakukan orang jahiliyah yangmenyambut kelahiran bayinya.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Buraidah, ia pernah mendengar ayahnya menceritakan bahwa, “Dahulu pada masa jahiliyah jika bayi seorang di antara kami baru dilahirkan, kami menyembelih kambing & melumurkan darah kambing ke ketua bayinya. Setelah Allah menurunkan agama Islam, maka kami diperintahkan buat menyembelih kambing & mencukur rambutnya serta melumurinya dengan minyak za’faran (HR. Abu Dawud).

Sedangkan buat saat pelaksanaannya, Irsyad menyampaikan, umumnya dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran bayi. Ini berdasarkan hadist Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Diriwayatkan dari Samurah bin Jundub Ra, bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Setiap bayi digadaikan sang aqiqahnya yang disembelih untuknya di hari ke 7, lalu dicukur dan diberi nama.” (HR. An-Nasa’i).

Ummu Kurz radhiyallahu’anha, menceritakan bahwa beliau pernah bertanya kepada Rasulullah tentang aqiqah, Beliau menjawab, ” Untuk bayi pria 2 ekor kambing (yg sama besarnya), untuk bayi perempuan seekor kambing, baik kambing jantan juga kambing betina. Semuanya boleh, tidak menyulitkan kalian.” (HR. Tirmidzi).

Lantas bagaimana aturan aqiqah? “Aqiqah adalah anjuran Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam yang sifatnya sunnah muakkad, yakni amalan yg sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Karena itu, orang tua yang bisa melaksanakannya, lakukan segera,” kata Irsyad.

Sementara beberapa ulama seperti Imam Laits & Hasan Al-Bashri berpendapat bahwa hukumaqiqahadalah wajibdilaksanakan. Tetapi pendapat mereka dipercaya sangat lemah & ditolak sang sebagian akbar ulama, Bunda.

Kenapa wajib dilakukan segera? Kata Irsyad, dari Ibnu Qayyim, aqiqah itu mempunyai banyak sekali fungsi antara lain:

Satu. Aqiqah merupakan qurban lillah, yaitu qurban yg bertujuan mendekatkan diri kepada Allah.

Dua. Kullu maulud murtahan bi ‘aqiqatih, yang berarti seseorang anak sudah melepaskan dirinya menurut ‘pegadaian’.

Tiga. Fidyah lil maulud atau tebusan buat anak. Ini bermakna aqiqah adalah pengorbanan yang dilakukan buat seseorang anak sebagai tebusan sebagaimana Allah mengorbankan seekor kambing menjadi ganti Nabi Ismail

4. Aqiqah buat keselamatan anak. Dengan aqiqah anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik karena akan terpelihara dari segala bentuk kejahatan setan

5. Sedekah. Menyuguhkan kuliner yang diolah dari kambing buat fakir miskin, saudara , dan tetangga menjadi ungkapan kebahagiaan atas nikmat yang diperoleh, maka sesungguhnya perbuatan itu termasuk sedekah yg menghadirkan banyak pahala.

Sementara itu, Bahrun Abu Bakar Ihsan Zubaidi Lc dalam kitabTahapan Mendidik Anak Tauladan Rasulullah, menyebut faidah aqiqah lainnya yakni mengokohkan tuntunan yang disyariatkan & sekaligus memerangi khurafat (mistik) jahiliyyah.

Arti Dari Musinnah dan Jadza’ah Pada Hewan Aqiqah dan Qurban

Arti Dari Musinnah dan Jadza’ah Pada Hewan Aqiqah dan Qurban

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda tentang batas usia minimal hewan ternak yang akan diqurbankan seperti berikut adalah:

وَعَنْ جَابِرٍ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – “لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً, إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنَ اَلضَّأْنِ” – رَوَاهُ مُسْلِم ٌ

Dari Jabir radhiyallahu’anhu, beliau menyampaikan, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah. Kecuali apabila terasa sulit bagi kalian, maka sembelihlah jadza’ah berdasarkan domba.” Diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Pada hadits tadi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya buat tidak menyembelih hewan qurban kecuali hewan tersebut musinnah, atau jika terasa sulit diperbolehkan menyembelih jadza’ah dari domba. Bagi orang umum niscaya akan bertanya-tanya tentang arti berdasarkan musinnah dan jadza’ah tersebut. Lalu sebenarnya apa arti dari istilah tadi?Berikut penjelasannya. Arti Musinnah Pada Hewan

Musinnah adalah hewan yang telah masuk usia dewasa. Terkadang ada juga yang menyebutnya menggunakan tsaniyyah. Disebut musinnah karena diambil darikata sinnun yg ialah gigi. Ketika hewan tersebut sudah menginjak usia musinnah, ada giginya yang lepas (poel bahasaJawa, munglak bahasa Sunda).

Untuk usia musinnah hewan qurban berbeda -beda. Berikut adalah rinciannya:

1. Musinnah dari kambing yaitu yang telah berusia satu tahun yang sedang masuk tahun ke 2.

2. Musinnah dari sapi yaitu umur dua tahun yang sedang masuk tahun ketiga.

3. Musinnah berdasarkan unta yaitu yang berusia genap lima tahun yangmasuk tahun keenam.

Kemudian terdapat juga jadza’ah berdasarkan domba adalah yang telah berusia enam hingga satu tahun. Tidak ada perbedaan antara jantan & betina lantaran keduanya sama-sama absah.

Pada hadits yg disebutkan di awal tadi ada beberapa makna yang terkandung pada dalamnya, pertama, hadits tersebut menunjukkan bahwa penyembelihan hewan qurban tidak diperkenankan menggunakan hewan yg belum musinnah atau jadza’ah. Kedua, kita diberikan kemudahan juga bahwa diperbolehkan memotong menggunakan jadza’ah berdasarkan domba (berusia sekitar enam hingga satu tahun).

Berikutnya, hadits tersebut memberitahukan kita bahwa yang dimaksud qurban bukanlah mencari daging, melainkan ini adalah bentuk pendekatan diri pada Allah. Apabila yg dicari adalah daging, tentu saja dipilih merupakan hewan yg besar . Tetapi ternyata berkurban menggunakan hewan berbadan kecil (bukan berarti kurus) dan akbar pun sama sahnya.Lalu, Bagaimana dengan Aqiqah?

Tidak satu pun terdapat hadits yang langsung menyebutkan bahwa ada syarat usia hewan buat aqiqah, maka ada sebagian ulama yang meng-qiyas-kan kepada ibadah qurban. Menurut alim ulama Islam di Indonesia, baik itu berdasarkan dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) atau pun Muhammadiyah, bahwa syarat kambing aqiqah itu disamakan menggunakan persyaratan hewan untuk berkurban. Termasuk salah satunya mengenai musinnah kambing & jadza’ah domba.

Sekedar fakta saja, bagi Anda yg ingin melaksanakan aqiqah buat sang buah hati, penulis merekomendasikan memakai layanan jasa aqiqah terlengkap se-Indonesia, yaitu Asyiq Aqiqah. Selain menunya yg sangat lengkap dan bervariasi, Anda juga sanggup mendapatkan souvenir dan insentif menarik lainnya bila memesan paket aqiqah lengkap berdasarkan Pelangi Aqiqah. Hubungi CS Asyiq Aqiqah untuk selanjutnya via SMS/Telfon : +6282 1111 27271 Whatsapp : https://wa.me/6282111127271

Pengertian, Tujuan, Sunnah Aqiqah

Pengertian, Tujuan, Sunnah Aqiqah

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuh..

Kali ini asyiqaqiqah.id, ingin berbagi ilmu pengetahuan. Asyiq Aqiqah akan membahas tentang Penyembelihan? Mungkin anda pernah mendengar istilah Penyembelihan? Disini Asyiq Aqiqah membahas secara rinci tentang pengertian, tujuan, kondisi dan sunnahnya. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan ketinggalan.

Sembelihan pada kata fikih dianggap al-Zakah yg bermankna baik atau kudus. Digunakan istilah al-Zakah untuk sembelihan, karena menggunakan penyembelihan yg sinkron menggunakan ketentuan syara’ akan menyebabkan hewaņ yang disembelih itu baik, suci dan halal dimakan.

Hewan terdapat yang halal dimakan dan yg haram dimakan, kita ťidak boleh menghalalkan yg haram dan mengharamkan yg halal. Didalam al-Qur’an juga hadits Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam, sudah dijelaskan hal-hal yg haram dimakan:

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yg disembelih selain atas nama Allah, yang tercekik, yg terpukul, yang jatuh, yg ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yg sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih buat berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib menggunakan anak panah, (mengundi nasib menggunakan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir sudah putus harapan buat (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah engkautakut pada mereka & takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Ku-sempurnakan buat kamu agamamu, dan sudah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, & telah Ku-ridhai Islam itu jadi ągama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Maidah : 3)

Dari QS. al-Maidah: 3 pada atas dapat diambil kesimpulan, bahwa terdapat 10 jenis makanan yg dilarang Allah Taala, yakni: Bangkaiˏ Darahˏ Daging babiˏ Daging hewaņ yang disembelih atas nama selain Allahˏ Daging hewan yg dicekikˏ Hewan yg dipukulˏ Hewan yg jatuhˏ Hewan yang ditandukˏ Hewan yg sudah dimakan hewan buasˏ Hewan yang disembelih buat berhala.

Di dalam Hadits Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam. dijelaskan:“Tiap-tiap binatang buas yang memiliki taring adalah haram dimakan” (HR. Muslim At-Turmudzi) Dari Ibnu Abbas menyampaikan: “Rasulullah melarang menurut setiap hewaņ buas yang bertaring & berkuku tajam” (HR. Muslim) Dari hadist tadi diatas bisa diambi kesimpulan bahwa hewaņ yang bertaring & berkuku tajam adalaha haram dimakan, seperti: harimau, serigala, anjing, kucing, simpanse, elang, dan lain sebagainya.

Tujuan Penyembelihan

Tujuan penyembelihan adalah ųntuk membedakan apakah hewan yang sudah matį tersebut halal atau haram dimakan. Hewan yg disembelih sesuai menggunakan ketentuan syara’ (hukum agama) halal dimakan. Hewan yang disembelih namun tidak sesuai dengan ketentuan syara’, haram dimakan, misalnya: menyembelih tidak menyebut nama Allah namun menyebut selain-Nya. Hewan yg matį tidak karena disembelih jua haram buat dimakan, misalnya bangkai (kecuali ikan & belalang).

Rukun Penyembelihan

1. Penyembelįh atau orang yg menyembelih harusląh Beragama Islam, Baligh, Berakal sehat, Tidak dalam keadaan Umrah atau Haji, Membaca basmalah, sebagaimana firman Allah surat al-An’aam, ayat 118.

2. Binatang sembelihan Binatang Halal Binatang itu masih hidup dalam ketika disembelihMati dengan sekali sembelihWajib putus urat pernapasanya

3. Alat buat menyembelih Alat yang sangat tajamTidak dibenarkan memakai tulang

4. Tempat penyembelihanTempat hewan yg disembelih jangan berdekatan menggunakan hewaņ lain yang hendak disembelih juga Syarat-Syarat Penyembelihan

Berikut ini masih ada beberapa syarat-kondisi penyembelihan, yakni menjadi berikut:

Didalam buku Biadayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd disebutkan bahwa orang yang boleh menyembelih itu ada 5 syarat :Islam, Laki-laki, Baligh, Berakal sehat, Tidak menyia-nyiakan shalat

Ijmak ulama dalam hal penyembelihan hewaņ :

Tidak halal sembelihan menurut orang musyrik. Orang musyrik merupakan orang yg menyekutukan Allah Swt., baik itu beragama Islam juga ahli buku. Hal ini sesuai dengan Q.S. al-Maidah : tiga.

Syarat-kondisi hewaņ yang disembelih Masih dalam keadaan hidupHewan yang halal zatnya maupun cara memperolehnya

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: bahwa apa saja yang dapat mengalirkan darah, selain kuku dan tulang (gigi) adalah boleh untuk menyembelih. Para ulama menyimpulkan, alat buat menyembelih hewan: Alatnya tajamterbuat berdasarkan besi, baja, bambu, batu dan lain sebagainya selain kuku dan tulang (gigi)

Sunnah Penyembelihan Hewan

Hal-hal yang disunahkan dalam menyembelih binatang, yakni menjadi berikut:

Menghadapkan hewan ke kiblat, meniatkan semata-mata karena Allah Taala. dan sesuai dengan ketentuan syara’, Membiarkan hewan yang disembelih sampai mati. Setelah jelas kematiannya barulah dibersihkan dan dipotong-potong

Alat yang digunakan untuk menyembelih tajam

Memperoleh proses penyembelihan

Tata Cara Penyembelihan

Ada dua cara penyembelihan hewaņ yaitu menggunakan cara tradisional & mekanik. Kedua cara ini diperbolehkan dan hasil sembelihannya halal dimakan menggunakan catatan syara-syarat yg telah dipengaruhi syara’ harus terpenuhi, misalnya ketentuan hewaņ yg disembelih, indera yang dipergunakan, & ketentuan orang yg menyembelih semuanya wajib memenuhi syarat yang sudah ditentukan syara’.

Penyembelihan secara tradisional merupakan penyembelihan yg biasa dilakukan sang masyarakat menggunakan mempergunakan indera sederhana misalnya pisau yang tajam.

Biasanya pada penyembelihan tradisional jumlah hewan yang disembelih sangat sedikit & hanya buat dikonsumsi kalangan terbatas.

Sedangkan penyembelihan secara mekanik merupakan penyembelihan menggunakan cara memakai mesin dan alat-indera moderen. Karena dalam penyembelihan ini memakai mesin maka output yg diperolehpun cukup banyak & beban kerja lebih ringan, & yang mengkonsumsi pun bukan kalangan terbatas tetapi masyarakat luas.

Cara menyembelih hewan dengan cara tradisional

Menyiapkan terlebih dahulu lubang penampung darah.Peralatan yg akan digunakan buat menyembelih disiapkan terlebih dahulu.Binatang yang akan disembelih dibaringkan menghadap kiblat, lambung kiri bawah.Leher hewan yg akan disembelih diletakkan pada atas lubang Penampung darah yang telah disiapkan.Kaki hewan yg akan disembelih dipegang bertenaga-bertenaga atau diikat, kepalanya ditekan ke bawah supaya tanduknya menancap ke tanah.Mengucap basmalah, lalu indera penyembelihan digoreskan dalam leher binatang yg disembelih sehingga tetapkan, jalan makan, minum, nafas, serta urat nadi kanan & kiri pada leher binatang.

Cara menyembelih binatang secara mekanik

Mempersiapkan peralatan terlebih dahulu.Memasukkan hewan ke dalam ruangan yang telah dipenuhi gas sebagai akibatnya hewaņ tadi nir sadarkan diri & mati.Dengan mengucap basmalah, binatang yang telah kelenger tadi disembelih menggunakan alat penyembelihan yg sudah disiapkan sebelumnya.Penyembelihan binatang dengan indera mekanik dibolehkan dan halal dagingnya, asalkan memenuhi persyaratan dalam penyembelihan.

Binatang yang bisa disembelih lehernya, dipotong urat loka makanan dan urat tempat keluar nafasnya, kedua urat ini wajibdiputus.

Binatang yang  dapat disembelih lehemya, lantaran liar atau jatuh ke dalam lubang, sehingga nir dapat disembelih lehernya, maka menyembelinya dilakukan dimana saja dari badanya, asal dia tewas karena luka itu.

عن رافع قال كنا مع رسول الله صلى الله عليهوسلم فى سفر فند بعير من إبل القوم ولميكن معهم خيل فرماه رجل بسهم فحبسهفقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن لهذهالبهائم أوابد كأوابد الوحش فما فعل منها هذافأفعلوا به هكذا ) رواه الجماعة(

Artinya : “Dari Rafi” dia berkata: Kami beserta Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dalam bepergian kami bertemu seekor unta milik seseorang kaum (unta itu sedang lari) sedang mereka tidak menunggang kuda buat mengejarnya maka seorang laki-lakisudah melempar dengan anak panahnya dan matilah unta itu, maka Nabi SA W bersabda : Sesunggunya binatang ini mempunyai tabiat binatang liar, terhadap binatang-hewan seperti ini berbuatlah kamu demikian.” (HR. Jama’ah).

Demikian Penjelasan Materi Tentang Penyembelihan: Pengertian, Tujuan, Syarat, Sunnah Aqiqah & Tata Caranya. Semoga Bermanfaat

Aqiqah dalam Islam

Aqiqah secara etimologis atau lughawi, aqiqah adalah memotong (al-qat’u) atau nama untuk rambut pada kepala bayi yang dilahirkan. Menurut terminologi syariah / fiqih aqiqah adalah hewan yg disembelih sebagai wujud rasa syukur atas karunia Allah Ta’ala atas lahirnya seorang bayi di dunia ini.

Kelahiran anak pada umumnya adalah suatu hadiah terindah dan rizki yang datang berdasarkan kehendak Allah. Karena anak merupakan jalan terbukanya rizki bagi kedua orang tuanya kelak, serta anak adalah dambaan setiap suami istri.

Ungkapan rasa syukur kepada Allah Ta’ala dengan hadirnya anak pada kehidupan keluarga diwujudkan dengan bentuk aqiqah bagi umat muslim. Aqiqah dalam Islam adalah sebuah sunnah yang harus dilaksanakan.

Pelaksanaan aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuh berdasarkan hari kelahiran anak (baik anak pria maupun anak perempuan). Hukum aqiqah adalah sunnah bagi orang yang memiliki kewajiban menanggung nafkah anak.

Bagi anak pria hendaklah disembelih dua ekor kambing. Sedangkan untuk anak wanita hanya satu ekor kambing saja. Al-Ghazi pada buku Fathul Qorib al-Mujib mendefinisikan aqiqah sebagai berikut :

الذبيحة عن المولود يوم سابعه) أي يوم سابع ولادته بحسب يوم الولادة من السبع

“Kambing yg disembelih buat bayi pada hari ketuju kelahiran”

Al-Hafizh Ibnul Qayyim menjelaskan beberapa nasihat di laksanakannya syari’at aqiqah, diantaranya:Menghidupkan sunnah NabiTaqarrub (pendekatan diri) kepada Allah & syukur pada-NyaMembebaskan anak bayi menurut pergadaianPenyebab kebaikan anak, pertumbuhan, keselamatan, panjang umur, & terhindar dari gangguan setan.

Sabda Rasulullah yg diriwayatkan oleh Ahmad & Tirmidzi, “Anak yang baru lahir sebagai rungguhan hingga disembelihkan baginya aqiqah pada hari yg ketujuh menurut hari lahirnya, dan pada hari itu pula hendaklah dicukur rambut kepalanya & diberi nama”.

Guna membantu memenuhi & memudahkan aplikasi aqiqah, Asyiq Aqiqah telah hadir untuk membantu pelaksanaan aqiqah juga pemesanan hewan aqiqah.

Bagi saudara yg berkenan buat melaksanakan aqiqah di daerah Jawa Barat, dan sekitarnya, kami siap melayani saudara.

Anda dapat melakukan pemesanan segera menggunakan menghubungi :SMS/Telfon : +6282 1111 27271 Whatsapp : https://wa.me/6282111127271

Kantor Kami di Jalan Raya Sukadamai Indah No. 5o Rt 002 Rw 001 Tanah Sareal Bogor

Asyiq Aqiqah melayani jasa aqiqah baik buat dilaksanakan secara mandiri juga disalurkan dalam panti asuhan atau dhuafa. Bagi saudara yang berminat dapat segera menghubungi kami pada nomor diatas atau datang pribadi di kantor sentra kami Jalan Raya Sukadamai Indah No. 5o Rt 002 Rw 001 Tanah Sareal Bogor

Aqiqah bisa menjalin ukhuwah dalam sesama masyarakat wargadimana setiap kambing yg sudah disembelih lantas dibagikan masakannya, bisa dibagikan kepada seluruh warga yang kurang berkecukupan atau tak punya (dhuafa).

Dalam pengadaan aqiqah pun melibatkan masyarakat kecil para peternak yang siap menyediakan hewan aqiqah kemudian output pengelolaan aqiqah dikembalikan kepada orang-orang dhuafa pada bentuk sudah matang.

Paket Aqiqah Lengkap
Paket Aqiqah Lengkap

MUDAHNYA PEMESANAN Aqiqah / Qurban di Asyiq Aqiqah, sebagai berikut:
Silahkan Anda telephone Kami,
Kami akan memberikan penjelasan yang lebih lebih jelasnya.
Atau melalui Whatsapp dengan mengirimkan :

Nama Anak,
Tempat lepas lahir,
Nama Bapak & Ibu,
Tanggal permintaan aplikasi aqiqah,
Alamat pengiriman laporan Aqiqah Anda.
Transfer dana ke nomor rekening .
Konfirmasikan kepada kami bila sudah pada transfer.

Sesuai dengan yg disepakati, aqiqah akan kami laksanakan.

Apa itu Aqiqah?

Apa itu Aqiqah?

 

Apa itu Aqiqah? Bagaimana cara pelaksanaannya? mungkin berbagai pertanyaan akan ada di benak Ayah/Bunda yang baru pertama kali ingin melaksanakannya. Asyiq Aqiqah mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yg sering ditanyakan oleh keluarga baru yang mendapatkan kehadiran buah hati pertamanya. Simak penjelasannya berikut ini, semoga bermanfaat.

Pada masa sebelum Islam, periode kerasulan Nabi Muhammad SAW, Aqiqah sudah ada & telah di lakukan. Pelaksanaannya menjadi ritual Ibadah orang-orang Jahiliyah pada masa itu. Tetapi,aplikasi Ibadah Aqiqah pada masa Arab Jahiliyah yang dilaksanakan pada bentuk yg keliru. Misal salah satunya saja,mereka melumuri kapas dengan darah sembelihan Aqiqah kemudian menyapukannya ke atas kepala bayi-bayi mereka.

Hal tersebut dapat pada ketahui menurut hadist yg diriwayatkan sang Ibnu Hibban: “Dari Aisyah RA, beliau menyampaikan, ‘Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah bila mereka berakikah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah akikah, kemudian saat mencukur rambut si bayi mereka melumurkan dalam kepalanya’. Maka Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Gantikanlah darah itu dengan minyak wangi’.”

Perintah Aqiqah kepada kaum Muslimin

Rasululllah Sallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

Dari Samurah bin Jundub, Rosulullah SAW bersabda, “Setiap anak tergadaikan menggunakan aqiqahnya, disembelihkan untuknya di hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberikan nama untuknya.” (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al-Albani menyampaikan bahwa hadits ini shohih)

Segala pujian hanya milik Allah ilahi semesta alam. Jika kita menghitung-hitung nikmat Allah,maka tidak akan sanggup kita menghitungnya. Terlalu banyak nikmat yang telah pada rasakan seluruh makhluk baik menurut golongan Jin & Manusia ataupun selainnya.

Dan diantara nikmat yg besar yaitu mempunyai keturunan. Dimana mempunyai keturunan merupakan dambaan setiap orang tua. Didalam Agama Islam,terdapat sebuah Ibadah yang di kaitkan menggunakan insiden kelahiran bayi. Ibadah tersebut pada kenal menggunakan kata Aqiqah.

Secara bahasa,Aqiqah merupakan memotong. Sementara secara istilah, yang di maksud kan adalah merupakan sebuah Ibadah penyembelihan binatang sembelihan,yang pada lakukan waktu ada kelahiran seorang anak,sebagai wujud ketaqwaan dan wujud rasa syukur pada Allah.

Aqiqah sendiri adalah turunan menurut Ibadah Qurban. Dimana Ibadah Qurban/Sembelihan telah pada lakukan oleh orang-orang shalih terdahulu jauh sebelum Islam dalam masa kerasulan Nabi Muhammad Sallallahu’alaihi wa sallam. Bedanya menggunakan Qurban,Aqiqah sifatnya lebih terkhusus pada kelahiran seseorang anak,sementara Qurban pada khususkan pelaksanaannya dalam bulan haram,yakni pada hari raya Idul Adha.

Adalah Wajib,bagi orang tua meng-Aqiqahkan anak kandungnya. Aqiqah menjadi harus dalam keadaan mereka (Orang tua) memiliki kemampuan di hari yang telah pada tetapkan sang syariat,yaitu dalam hari ke-tujuh kelahiran. Terkait wajibnya orang tua meng-Aqiqahkan anaknya pada keadaan mampu,hal ini pada karenakan kedudukan perintah Ibadah penyembelihan.

Banyak ayat Al-Qur’an ataupun kabar dari Nabi Sallallahu’alaihi wa sallam yg mendeskripsikan tingginya kedudukan Ibadah sembelihan. Seperti dalam Suarah Al-An’am berikut adalah,

 

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, kurbanku, hidupku & matiku hanyalah buat Allah, Tuhan semesta alam.”(Al An’am:162)

Sholat merupakan perintah yang paling utama. Barangsiapa meninggalkannya tanpa udzur,maka ia telah melakukan dosa akbar.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- menyampaikan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa akbar yg paling besar  & dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, & minum minuman keras. Orang yg meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di global & akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)

Dengan di sandingkannya printah Ibadah sembelihan dengan perintah Sholat,maka sudah sepatutnya kaum muslimin berhati-hati agar nir melalaikannya. Terlebih lagi bagi orang-orang yang memilki kemampuan dalam hal tadi.

Aqiqah yg paling afdhal adalah dilaksanakan pada hari ke-7 kelahiran. Sebab, ini adalah sunnah yg di utamakan dari sisi pelaksanaannya. Tentu pada kenyataannya,tidak seluruh orang mampu melaksanakan Aqiqah. Dalam keadaan tidak sanggup tadi, barulah seorang terluputkan berdasarkan penetapan hari ke-7. Ia boleh menunaikan Aqiqah anaknya setelah sahih-benar memilki kemampuan.

Rasulullah memerintahkan agar tidak mempersulit diri sendiri ataupun orang lain pada urusan apapun,terlebih dalam perkara Agama. Hal ini pada tegaskan dalam sebuah hadist yang di riwayatkan sang imam muslim,Rasulullah berdoa kepada Allah agar mempersulit orang-orang yang mempersulit umat-nya.

“Ya Allah, barangsiapa yang diberi tanggung jawab buat menangani urusan umatku, lalu ia mempersulit mereka, maka persulitlah hidupnya. Dan barangsiapa yg diberi tanggung jawab buat mengurusi umatku, lalu ia memudahkan urusan mereka, maka mudahkanlah hidupnya.” (HR Muslim)

Adapun kaitannya terhadap pelaksanaan Aqiqah pula demikian. Jika mendapati diri ataupun famili dalam keadaan nir mampu ber-Aqiqah pada hari yg telah pada menetapkan syariat,maka lazimi dan permudahlah.

Lantaran dalam dasarnya merupakan Ibadah sembelihan,maka sama seperti ibadah Qurban. Secara umum hewan yg pada sembelih waktu Aqiqah adalah kambing atau domba. Tidak pada benarkan menyembelih Ayam atau yang semisal menggunakan itu.

Proses penyembelihannya itu sendiri harus di lakukan sesuai tuntunan syariat. Seperti  saat hendak menyembelih harus dengan alat pemotong yang tajam,menyembelih menggunakan cara yang ihsan dan lainnya.

Berikut ini merupakan kiat-kiat menyembelih hewan sembelihan.

Istirahatkan ternak sebelum disembelih.Cek terakhir apakah ada darah yang keluar menurut lubang-lubang di tubuhnya atau nir. Lubang itu mencakup mata, hidung, verbal, indera pendengaran, dubur, dan kemaluan.Gunakan pisau yg super tajam. Dilarang menyembelih menggunakan pisau yang rusak seperti grimpil, gowang, apalagi gergaji.Usahakan lambung kiri ternak berbaring menghadap kiblat. Posisi ketua di selatan badan sapi atau kambing.Baca basmallah dan beberapa tambahan bacaan sunnah, misalnya takbir, salawat, & sebut nama orang yang berkurban.Lakukan penyembelihan di bawah jakun dengan memutus tiga saluran pada leher bagian depan. Saluran itu meliputi saluran nafas, saluran kuliner, & dua pembuluh darah.Biarkan jantung memompa darah secara aporisma hingga tuntas. Dilarang memutus sumsum tulang belakang ataupun memotong leher, memotong kaki, ekor dan menguliti apabila hewannya belum benar-benar meninggal.

Beli Kambing Asyiq Aqiqah Online

Perkembangan zaman yg sangat bergerak maju,menciptakan semuanya serba cepat. Kemajuan tekhnologi di era digital misalnya sekarang telah menciptakan banyak sekali pelaku usaha memakai tekhnologi Digital sebagai alat pada menunjang pergerakan ekonomi.

Tak kalah menggunakan produk-produk lain yg di pasarkan secara online. Produk Aqiqah siap saji kiniikut meramaikan pasar Online. Di bawah naungan APJI (Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia),penyedia jasa layanan Aqiqah online bermunculan dalam 10 tahun terakhir ini.

Jasa Aqiqahnya pun beragam. Ada yg hanya menjual Jasa Aqiqah saja,adapula yang sekaligus menyediakan sajian-menu restoran non-Paket Aqiqah.

Selain sebagai poros ekonomi Islam,di tinjau berdasarkan sisi kebermanfaatannya,kehadiran jasa Aqiqah siap saji ini pun di sambut menggunakan baik sang warga . Dahulu jika orang ingin mengadakan Aqiqah,mungkin yg terbayang adalah pergi ke peternakan unutk mencari kambing,kemudian mencari tukang jagal,lalu memikirkan cara mengolahnya.

Lain dulu lain juga sekarang. Dengan memanfaatkan jasa Aqiqah siap saji,hal-hal seperti itu tidak perlu lagi sebagai hambatan. Kini siapapun tinggal klik buat ber-Aqiqah menggunakan Jasa Layanan Aqiqah Siap Saji.

Jasa Aqiqah siap saji terbaik

Asyiq Aqiqah sebagai layanan jasa Aqiqah siap saji yg telah di percaya semenjak bertahun-tahun lamanya,kinisemakin mempertegas visi dakwahnya melalui muamalah perdagangan. Dengan mengusung nilai-nilai Islam sebagai Value primer perusahaan, Asyiq Aqiqah semakin berupaya agar senantiasa menaruh pelayanan terbaik pada para pelanggan.