Asyiq Aqiqah I

Pengertian, Tujuan, Sunnah Aqiqah

Pengertian, Tujuan, Sunnah Aqiqah

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuh..

Kali ini asyiqaqiqah.id, ingin berbagi ilmu pengetahuan. Asyiq Aqiqah akan membahas tentang Penyembelihan? Mungkin anda pernah mendengar istilah Penyembelihan? Disini Asyiq Aqiqah membahas secara rinci tentang pengertian, tujuan, kondisi dan sunnahnya. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan ketinggalan.

Sembelihan pada kata fikih dianggap al-Zakah yg bermankna baik atau kudus. Digunakan istilah al-Zakah untuk sembelihan, karena menggunakan penyembelihan yg sinkron menggunakan ketentuan syara’ akan menyebabkan hewaņ yang disembelih itu baik, suci dan halal dimakan.

Hewan terdapat yang halal dimakan dan yg haram dimakan, kita ťidak boleh menghalalkan yg haram dan mengharamkan yg halal. Didalam al-Qur’an juga hadits Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam, sudah dijelaskan hal-hal yg haram dimakan:

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yg disembelih selain atas nama Allah, yang tercekik, yg terpukul, yang jatuh, yg ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yg sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih buat berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib menggunakan anak panah, (mengundi nasib menggunakan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir sudah putus harapan buat (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah engkautakut pada mereka & takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Ku-sempurnakan buat kamu agamamu, dan sudah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, & telah Ku-ridhai Islam itu jadi ągama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Maidah : 3)

Dari QS. al-Maidah: 3 pada atas dapat diambil kesimpulan, bahwa terdapat 10 jenis makanan yg dilarang Allah Taala, yakni: Bangkaiˏ Darahˏ Daging babiˏ Daging hewaņ yang disembelih atas nama selain Allahˏ Daging hewan yg dicekikˏ Hewan yg dipukulˏ Hewan yg jatuhˏ Hewan yang ditandukˏ Hewan yg sudah dimakan hewan buasˏ Hewan yang disembelih buat berhala.

Di dalam Hadits Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam. dijelaskan:“Tiap-tiap binatang buas yang memiliki taring adalah haram dimakan” (HR. Muslim At-Turmudzi) Dari Ibnu Abbas menyampaikan: “Rasulullah melarang menurut setiap hewaņ buas yang bertaring & berkuku tajam” (HR. Muslim) Dari hadist tadi diatas bisa diambi kesimpulan bahwa hewaņ yang bertaring & berkuku tajam adalaha haram dimakan, seperti: harimau, serigala, anjing, kucing, simpanse, elang, dan lain sebagainya.

Tujuan Penyembelihan

Tujuan penyembelihan adalah ųntuk membedakan apakah hewan yang sudah matį tersebut halal atau haram dimakan. Hewan yg disembelih sesuai menggunakan ketentuan syara’ (hukum agama) halal dimakan. Hewan yang disembelih namun tidak sesuai dengan ketentuan syara’, haram dimakan, misalnya: menyembelih tidak menyebut nama Allah namun menyebut selain-Nya. Hewan yg matį tidak karena disembelih jua haram buat dimakan, misalnya bangkai (kecuali ikan & belalang).

Rukun Penyembelihan

1. Penyembelįh atau orang yg menyembelih harusląh Beragama Islam, Baligh, Berakal sehat, Tidak dalam keadaan Umrah atau Haji, Membaca basmalah, sebagaimana firman Allah surat al-An’aam, ayat 118.

2. Binatang sembelihan Binatang Halal Binatang itu masih hidup dalam ketika disembelihMati dengan sekali sembelihWajib putus urat pernapasanya

3. Alat buat menyembelih Alat yang sangat tajamTidak dibenarkan memakai tulang

4. Tempat penyembelihanTempat hewan yg disembelih jangan berdekatan menggunakan hewaņ lain yang hendak disembelih juga Syarat-Syarat Penyembelihan

Berikut ini masih ada beberapa syarat-kondisi penyembelihan, yakni menjadi berikut:

Didalam buku Biadayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd disebutkan bahwa orang yang boleh menyembelih itu ada 5 syarat :Islam, Laki-laki, Baligh, Berakal sehat, Tidak menyia-nyiakan shalat

Ijmak ulama dalam hal penyembelihan hewaņ :

Tidak halal sembelihan menurut orang musyrik. Orang musyrik merupakan orang yg menyekutukan Allah Swt., baik itu beragama Islam juga ahli buku. Hal ini sesuai dengan Q.S. al-Maidah : tiga.

Syarat-kondisi hewaņ yang disembelih Masih dalam keadaan hidupHewan yang halal zatnya maupun cara memperolehnya

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: bahwa apa saja yang dapat mengalirkan darah, selain kuku dan tulang (gigi) adalah boleh untuk menyembelih. Para ulama menyimpulkan, alat buat menyembelih hewan: Alatnya tajamterbuat berdasarkan besi, baja, bambu, batu dan lain sebagainya selain kuku dan tulang (gigi)

Sunnah Penyembelihan Hewan

Hal-hal yang disunahkan dalam menyembelih binatang, yakni menjadi berikut:

Menghadapkan hewan ke kiblat, meniatkan semata-mata karena Allah Taala. dan sesuai dengan ketentuan syara’, Membiarkan hewan yang disembelih sampai mati. Setelah jelas kematiannya barulah dibersihkan dan dipotong-potong

Alat yang digunakan untuk menyembelih tajam

Memperoleh proses penyembelihan

Tata Cara Penyembelihan

Ada dua cara penyembelihan hewaņ yaitu menggunakan cara tradisional & mekanik. Kedua cara ini diperbolehkan dan hasil sembelihannya halal dimakan menggunakan catatan syara-syarat yg telah dipengaruhi syara’ harus terpenuhi, misalnya ketentuan hewaņ yg disembelih, indera yang dipergunakan, & ketentuan orang yg menyembelih semuanya wajib memenuhi syarat yang sudah ditentukan syara’.

Penyembelihan secara tradisional merupakan penyembelihan yg biasa dilakukan sang masyarakat menggunakan mempergunakan indera sederhana misalnya pisau yang tajam.

Biasanya pada penyembelihan tradisional jumlah hewan yang disembelih sangat sedikit & hanya buat dikonsumsi kalangan terbatas.

Sedangkan penyembelihan secara mekanik merupakan penyembelihan menggunakan cara memakai mesin dan alat-indera moderen. Karena dalam penyembelihan ini memakai mesin maka output yg diperolehpun cukup banyak & beban kerja lebih ringan, & yang mengkonsumsi pun bukan kalangan terbatas tetapi masyarakat luas.

Cara menyembelih hewan dengan cara tradisional

Menyiapkan terlebih dahulu lubang penampung darah.Peralatan yg akan digunakan buat menyembelih disiapkan terlebih dahulu.Binatang yang akan disembelih dibaringkan menghadap kiblat, lambung kiri bawah.Leher hewan yg akan disembelih diletakkan pada atas lubang Penampung darah yang telah disiapkan.Kaki hewan yg akan disembelih dipegang bertenaga-bertenaga atau diikat, kepalanya ditekan ke bawah supaya tanduknya menancap ke tanah.Mengucap basmalah, lalu indera penyembelihan digoreskan dalam leher binatang yg disembelih sehingga tetapkan, jalan makan, minum, nafas, serta urat nadi kanan & kiri pada leher binatang.

Cara menyembelih binatang secara mekanik

Mempersiapkan peralatan terlebih dahulu.Memasukkan hewan ke dalam ruangan yang telah dipenuhi gas sebagai akibatnya hewaņ tadi nir sadarkan diri & mati.Dengan mengucap basmalah, binatang yang telah kelenger tadi disembelih menggunakan alat penyembelihan yg sudah disiapkan sebelumnya.Penyembelihan binatang dengan indera mekanik dibolehkan dan halal dagingnya, asalkan memenuhi persyaratan dalam penyembelihan.

Binatang yang bisa disembelih lehernya, dipotong urat loka makanan dan urat tempat keluar nafasnya, kedua urat ini wajibdiputus.

Binatang yang  dapat disembelih lehemya, lantaran liar atau jatuh ke dalam lubang, sehingga nir dapat disembelih lehernya, maka menyembelinya dilakukan dimana saja dari badanya, asal dia tewas karena luka itu.

عن رافع قال كنا مع رسول الله صلى الله عليهوسلم فى سفر فند بعير من إبل القوم ولميكن معهم خيل فرماه رجل بسهم فحبسهفقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن لهذهالبهائم أوابد كأوابد الوحش فما فعل منها هذافأفعلوا به هكذا ) رواه الجماعة(

Artinya : “Dari Rafi” dia berkata: Kami beserta Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dalam bepergian kami bertemu seekor unta milik seseorang kaum (unta itu sedang lari) sedang mereka tidak menunggang kuda buat mengejarnya maka seorang laki-lakisudah melempar dengan anak panahnya dan matilah unta itu, maka Nabi SA W bersabda : Sesunggunya binatang ini mempunyai tabiat binatang liar, terhadap binatang-hewan seperti ini berbuatlah kamu demikian.” (HR. Jama’ah).

Demikian Penjelasan Materi Tentang Penyembelihan: Pengertian, Tujuan, Syarat, Sunnah Aqiqah & Tata Caranya. Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *